Kindness, kindness, kindness.
I want to make a New Year’s prayer, not a resolution. I’m praying for courage.
Susan Sontag resolves in 1972
(via paniccure)
Kindness, kindness, kindness.
I want to make a New Year’s prayer, not a resolution. I’m praying for courage.
Susan Sontag resolves in 1972
(via paniccure)
Saya berterima kasih. Sebab, takdir mempertemukan saya dengan kamu; mengenalkan saya pada sesuatu yang mengesankan.
(via surat-pendek)
Kau tahu kenapa penyesalan diciptakan di akhir? Setelah semua terjadi, setelah semua terlambat.
Agar kau belajar berhati-hati, berpikir lebih matang, memperhitungkan setiap keputusanmu. Sebab yang terlambat menyadari, seringkali tak bisa kembali.
–boycandra
(via surat-pendek)
Kau tahu kenapa penyesalan diciptakan di akhir? Setelah semua terjadi, setelah semua terlambat.
Agar kau belajar berhati-hati, berpikir lebih matang, memperhitungkan setiap keputusanmu. Sebab yang terlambat menyadari, seringkali tak bisa kembali.
–boycandra
(via surat-pendek)
Berserah.
Bukan hanya perihal kau serahkan semua urusanmu pada-Nya. Tapi tentang betapa yakinnya hatimu tentang semua yang telah Dia rencanakan dan yang akan Dia berikan kepadamu.
(Source: eunheesa, via surat-pendek)
“Nyatanya. Masa lalu ada sebagai penghambat diri yang mendewasakan, ia ada untuk dirasakan, ia ada untuk dikenang. Ia ada untuk dilupakan.”— Arief Aumar Purwanto
“Mungkin di dunia ini ada banyak orang yang mencintai seseorang dengan sangat dalam tetapi sayangnya mereka hanya mencintai dalam diam.”—
Contoh: Aku. // A. W.
10 November 2017.
“The moon pours a stream of glitter / Into the depths of my soul.”— Juan Ramón Jiménez, tr by Robert Bly, from “Nocturne,” wr. c. 1903